Siapa sangka tim LATAM (Latin America) yang selama ini berada di bawah bayang-bayang tim Brasil justru berhasil mendahului mereka dalam menjuarai Esports World Cup (EWC)? LYON, yang pada edisi EWC sebelumnya masih bernama Rainbow7, sukses menjuarai Free Fire EWC 2026 sekaligus mengakhiri dominasi tim Asia Tenggara di ajang tersebut.
Perjalanan LYON menuju gelar juara tersebut pun tidaklah mudah. Mereka bahkan harus melalui fase Survival Stage untuk dapat lolos ke Grand Finals setelah hanya mampu finis di peringkat keenam Grup A pada fase Group Stage.
Meski demikian, LYON mampu bangkit pada fase Survival Stage. Mereka berhasil finis sebagai pemuncak klasemen dan lolos ke Grand Finals sebelum akhirnya menutup performa apik mereka dengan menjuarai Free Fire EWC 2026.
LYON, Tim LATAM Pertama yang Menjuarai Turnamen Internasional Free Fire
Selain berhasil mengakhiri dominasi tim Asia Tenggara di ajang EWC, LYON juga mencatatkan sejarah sebagai tim LATAM pertama yang menjuarai turnamen internasional Free Fire.
Selama ini, selain tim Asia Tenggara, tim Brasil dikenal sebagai salah satu kekuatan yang kerap mendominasi panggung internasional Free Fire. Namun, pada 18 Juli 2026, panggung internasional Free Fire resmi memiliki juara baru dari region LATAM. LYON sukses membawa pulang hadiah sebesar USD 300.000 sekaligus merebut gelar juara Free Fire EWC dari EVOS.

AG.AL Gagal Pertahankan Dominasi Asia Tenggara di EWC
Percaya tidak percaya, LYON sebenarnya hampir saja gagal meraih gelar internasional pertama mereka. Pada akhir match ke-7, tiga tim yang berhasil bertahan hingga akhir ternyata sama-sama telah mencapai batas minimum Champion Rush, yakni 90 poin. Ketiga tim tersebut adalah LYON, All Gamers Global (AG.AL), dan LOUD Snickers.
Pertarungan tersebut pun seakan menjadi duel hidup dan mati bagi ketiga tim. Pasalnya, tim yang berhasil meraih Booyah! akan langsung dinobatkan sebagai juara. LYON dan LOUD Snickers yang sama-sama masih memiliki empat pemain sebenarnya bisa bekerja sama untuk mengeliminasi AG.AL terlebih dahulu yang hanya tersisa dua pemain. Dengan begitu, mereka dapat fokus berduel. Namun, LOUD Snickers justru memilih mengabaikan LYON dan fokus menyerang AG.AL.
LYON tampaknya menyadari bahwa LOUD Snickers lebih mengutamakan AG.AL. Di sisi lain, AG.AL juga harus menghadapi tekanan dari LOUD Snickers. Situasi tersebut membuka peluang bagi LYON untuk menyergap kedua tim tersebut sekaligus.
Walhasil, LOUD Snickers harus puas finis di posisi ketiga setelah terjepit di antara LYON yang menyerang mereka dari belakang dan AG.AL yang menyerang dari depan. Keuntungan akhirnya berpihak kepada LYON. Mereka berhasil memanfaatkan kondisi AG.AL yang sudah telanjur terpojok akibat menjadi target utama LOUD Snickers.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri dominasi tim Asia Tenggara yang selalu menjuarai EWC sejak edisi perdananya pada 2024.
Klasemen Akhir Free Fire EWC 2026
Group Stage
Survival Stage
Grand Finals
Sehabis baca artikel ini, jangan lupa untuk top up diamond Free Fire di UniPin, ya! Selain karena mudah dan cepat, UniPin juga sudah menjadi pilihan banyak pemain karena aman dan terpercaya.
FAQ LYON Juara Free Fire EWC 2026, Akhiri Dominasi Asia Tenggara di EWC
1. Siapa juara Free Fire EWC 2026?
LYON berhasil menjadi juara Free Fire EWC 2026 sekaligus menjadi tim LATAM pertama yang menjuarai turnamen internasional Free Fire.
2. Berapa hadiah juara Free Fire EWC 2026?
LYON membawa pulang hadiah utama sebesar USD 300.000 setelah menjuarai Free Fire EWC 2026.
3. Bagaimana LYON mengakhiri dominasi Asia Tenggara di EWC?
Dengan menjuarai Free Fire EWC 2026, LYON mengakhiri dominasi Asia Tenggara yang selalu menjadi juara EWC sejak edisi perdananya pada 2024.

























